'Takut' Spyware Pegasus, Whatsapp Pertebal Sistem Keamanan

'Takut' Spyware Pegasus, Whatsapp Pertebal Sistem Keamanan Ilustrasi spyware di Whatsapp. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
 WhatsApp mengklaim telah menambahkan perlindungan baru dalam sistem untuk mencegah serangan dari spyware Pegasus. WhatsApp menjelaskan Pegasus adalah serangan siber dengan mengeksploitasi sistem panggilan video untuk mengirim malware ke ponsel pengguna.

Dilansir dari situs resmi WhatsApp, sifat serangan spyware tidak mengharuskan pengguna yang ditargetkan untuk menjawab panggilan yang mereka terima.

"Kami dengan cepat menambahkan perlindungan baru ke sistem kami dan mengeluarkan pembaruan ke WhatsApp untuk membantu menjaga keamanan orang," tulis WhatsApp.


Lebih lanjut, WhatsApp mengirim pesan kepada sekitar 1.400 pengguna yang diduga mendapatkan dampak dari serangan Pegasus.

Spyware buatan NSO Grup ini juga bisa menginfeksi melalui tautan yang dikirim lewat email dan SMS. Spyware ini bisa digunakan untuk menyalin data di ponsel dan bahkan menghidupkan mikrofon untuk mengubah telepon untuk menguping pembicaraan sekitar pemilik ponsel.

Pakar keamanan siber di Citizen Lab, sebuah kelompok penelitian akademik yang berbasis di Universitas Munk School di Toronto, menawarkan diri untuk membantu WhatsApp mempelajari lebih lanjut tentang dampak serangan ini terhadap masyarakat sipil, termasuk jurnalis dan pembela hak asasi manusia.

Dari 45 negara yang diumumkan Citizen Lab tidak termasuk Indonesia. Pegasus sendiri merupakan produk spyware yang didesain untuk memantau semua kegiatan pengguna ponsel, seperti SMS, email, data lokasi, riwayat browsing, panggilan telepon, dan lainnya.

"WhatsApp sangat memperhatikan privasi dan keamanan pengguna kami. Beberapa momen pribadi Anda dibagikan di WhatsApp, itulah sebabnya kami memberikan enkripsi ujung ke ujung untuk semua pesan dan panggilan secara default," tulis WhatsApp.

WhatsApp  dan perusahaan induknya, Facebook menggugat NSO Grup sebagai perusahaan yang menggunakan malware untuk meretas ke dalam ponsel 1.400 orang di 45 negara untuk memata-matai pengguna.

"Gugatan ini menuduh mereka melanggar undang-undang AS dan California serta Persyaratan Layanan WhatsApp, yang melarang jenis penyalahgunaan ini," kata WhatsApp.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191120202721-185-450122/takut-spyware-pegasus-whatsapp-pertebal-sistem-keamanan
Share:

Mengenal Fitur Facebook News Guna Tangkal Hoaks

Mengenal Fitur Facebook News Guna Tangkal Hoaks Ilustrasi Facebook. (Facebook)
 Facebook pada akhir Oktober akan melakukan uji coba fitur agregator berita Facebook News. Uji coba akan dilakukan di kota-kota besar di Amerika Serikat (AS).

Kota-kota tersebut seperti New York, Los Angeles, Chicago, Dallas-Fort Worth, Philadelphia, Houston, Washington DC, Miami, Atlanta dan Boston. Dengan adanya fitur ini, Facebook akan bersaing dengan Line Today , Kurio, BaBe, UC News, dan Baca.

Facebook mengatakan telah menyiapkan beberapa fitur-fitur kunci yang akan disematkan Facebook News, di antaranya:


1. Today's Stories, dipilih oleh tim jurnalis untuk menangkap berita pengguna sepanjang hari.

2. Personalization, berdasarkan berita yang pengguna baca, bagikan dan ikuti, sehingga pengguna dapat menemukan minat dan topik baru.

3. Topic Sections, bagian topik untuk menyelam lebih dalam ke bisnis, hiburan, kesehatan, sains dan teknologi, dan olahraga.

4. Your Subcriptions, bagian untuk orang yang telah menautkan langganan berita berbayar mereka ke akun Facebook mereka.

5. Controls, untuk menyembunyikan artikel, topik, dan penerbit yang tidak ingin Anda lihat.

Di Amerika, beberapa media yang dipilih untuk menyajikan berita itu, antara lain Wall Street Journal, Washington Post, BuzzFeed News, Business Insider, NBC, USA Today, dan Los Angeles Times.


Sampai saat ini, Facebook belum memberikan konfirmasi soal waktu Facebook News masuk secara resmi ke Indonesia. Langkah Facebook dinilai sejumlah pihak akan memperbaiki isi dari informasi yang selama ini seringkali berbau hoaks yang beredar di platform.

Lebih lanjut, Facebook juga dikabarkan akan membayar kantor media untuk sejumlah berita yang muncul dalam fitur baru tersebut. Terkait hal ini, Facebook juga belum memberikan konfirmasi.

Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan pihaknya akan mendukung fitur tersebut demi memerangi hoaks.

Semua usaha membangun desain dan struktur untuk pencegahan dan perbaikan layanan media sosial kita sambut baik," katanya.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191120185256-185-450101/mengenal-fitur-facebook-news-guna-tangkal-hoaks
Share:

Google Sediakan Lapak untuk Pebisnis di Indonesia

Google Sediakan Lapak untuk Pebisnis di Indonesia Logo Google. (Dok. Google via Facebook).
 Layanan mesin pencari populer, Google menyediakan tempat bagi para pedagang online maupun tradisional (offline) di Indonesia melalui Google Shopping untuk memasarkan produk mereka.

Menurut Director of Product Management Google Shopping Amit Deshpande, nantinya para pedagang dapat mengunggah semua barang dagangan mereka secara gratis.

"Kami mendapat masukan dari pengguna untuk menghadirkan pengalaman belanja layaknya di mall. Di mana, Google menghadirkan page untuk pengguna melakukan pencarian dari toko-toko offline dan online," tuturnya saat media briefing di kantor Google Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.


Lebih lanjut, ada tiga hal yang ditekankan oleh Amit dalam Google Shopping yakni Shopping Homepage, peluang bagi toko online besar dan UMKM, dan layanan Google Bisnisku yang diperuntukan bagi toko offline.


Shopping Homepage merupakan wadah untuk menyimpan informasi dari merchant yang bermitra dengan Google.

"Shopping Homepage dipersonalisasi agar Anda melihat rekomendasi produk yang relevan. Jika sudah siap dibeli, Anda dapat memilih opsi untuk melakukan proses jual-beli di toko terdekat atau langsung melalui e-commerce," terang Amit.

Guna membantu jutaan UMKM di Indonesia memasarkan produk di Google Shopping, Amit mengatakan mereka dapat mengunggah produk melalui situs Google Shopping Merchant Center tanpa dipungut biaya.


Selain itu, perusahaan yang berkantor pusat di Mountain View, California, AS ini menyediakan aplikasi khusus untuk para pelaku UMKM untuk mencantumkan informasi secara rinci terkait bisnis dan produk mereka melalui akun Google Bisnisku.

Di dalam layanan Google Shopping, selain disajikan dengan bahasa Indonesia dan Inggris, Google bakal menambahkan bahasa daerah yakni Jawa dalam waktu dekat.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191120121054-185-449936/google-sediakan-lapak-untuk-pebisnis-di-indonesia
Share:

Kini Bisa Pesan Grab Saat Liburan di Jepang dan Timur Tengah

Kini Bisa Pesan Grab Saat Liburan di Jepang dan Timur Tengah (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
 Grab mengumumkan bahwa pengguna di Singapura dan Filipina kini bisa memesan layanannya di Jepang dan 13 negara di Timur Tengah melalui aplikasi Grab. Ekspansi di dua negara tersebut menggandeng mitra lokal, Splyt Technologies, sehingga Grab bakal dipenuhi JapanTaxi di Jepang dan Careem di Timur Tengah.

Melansir laman resmi Grab, tak hanya dapat memesan tumpangan, pengguna Grab bisa mendapatkan poin GrabRewards di 5 kota di Jepang dan 94 kota di 13 negara Timur Tengah dan dapat melakukan pembayaran dengan Dompet GrabPay.

Pengguna Grab disarankan untuk mengatur dan memverifikasi Dompet GrabPay dan memastikan bahwa isi saldo dalam Dompet GrabPay mencukupi sebelum melakukan perjalanan.


Pelanggan pun tidak perlu khawatir mengenai kendala bahasa asing saat melakukan perjalanan ke luar negeri. Sebab ke mana pun tujuannya, aplikasi Grab akan tetap menggunakan setelan bahasa pilihan konsumen dan percakapan dalam GrabChat akan diterjemahkan secara otomatis untuk memudahkan penggunaan.

Sebagai informasi, JapanTaxi mengoperasikan 70 ribu unit armada, sedangkan Careem memiliki lebih dari 1 juta pengemudi. Di Jepang, layanan baru akan tersedia di Tokyo, Kyoto, Nagoya, Sapporo, dan Okinawa. Di Timur Tengah, layanan ini tersedia di Dubai, Doha, Istanbul, Kairo, Riyadh, Kuwait, Lahore, Muscat, dan Amman.

Untuk sementara waktu, layanan ini tersedia untuk konsumen di Singapura dan Filipina terlebih dahulu. Negara-negara Asia Tenggara lainnya akan menyusul pada 2020.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191120120153-190-449919/kini-bisa-pesan-grab-saat-liburan-di-jepang-dan-timur-tengah
Share:

Usia Tak Jadi Penghalang Sawitri Nafkahi Anak dengan Nge-Grab

Usia Tak Jadi Penghalang Sawitri Nafkahi Anak dengan Nge-Grab Mitra pengemudi GrabCar Sawitri Dharmastuti. (Dok. Grab Indonesia)
 Stigma perempuan hanya sebagai ibu rumah tangga rupanya tak berlaku bagi Sawitri Dharmastuti. Di usianya yang telah memasuki kepala lima, Sawitri masih gigih mencari peruntungan sebagai mitra pengemudi GrabCar. Harus diakui, sebagai perempuan yang menggeluti profesi yang sebagian besar dilakoni oleh kaum adam ini, sempat membuat Sawitri berkecil hati.

"Saya lihat banyak kepala rumah tangga bapak-bapak yang bekerja menjadi pengemudi dan jadi mata pencahariannya. Kemudian saya berpikir, apa perempuan juga bisa?" ujar Sawitri.

Sebagai single parent untuk tiga orang anak berarti mengharuskan Sawitri berperan ganda. Selain menjadu orang tua sekaligus bertanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan keluarganya. Sawitri akhirnya memutuskan menyewa mobil untuk bekerja. Satu bulan berlalu, ia baru berani mengambil satu penumpang.


"Itu saya ingat sekali, pertama kali penumpang saya adalah mahasiswa. Awalnya saya takut. Tapi saya selalu mencoba untuk bilang pada diri saya sendiri, hanya jemput, kemudian antar ke tujuan, dan terima uang. Tapi begitu saya sudah menyelesaikan satu trip dan mendapat uang, senangnya bukan main. Saya langsung pulang dan cerita ke anak-anak saya," kenangnya.

"Setelah itu, saya memutuskan untuk benar-benar serius terjun menggeluti profesi ini. Alhamdulillah sekarang saya mulai merasakan penghasilan dari GrabCar. Saya sudah tidak kepikiran lagi untuk urusan fisik, karena nantinya kalau sudah terlatih lama-lama juga akan kuat," jelasnya.

Saat ini, Sawitri biasanya memulai mengambil penumpang setelah mengantar anak ketiganya pergi sekolah dan pulang menyesuaikan dengan jam pulang sekolah.
"Saya senangnya juga karena pekerjaan ini fleksibel. Jadi bisa menyesuaikan dengan kegiatan saya yang lainnya. Saya tetap bisa menjalankan kewajiban saya untuk mencari nafkah sekaligus tetapi menjalankan kewajiban saya sebagai orang tua," imbuhnya.

Sawitri bersyukur, anak-anaknya juga menjadi lebih mandiri. Tetapi yang tak kalah penting, setelah bergabung sebagai mitra pengemudi GrabCar, juga membuatnya mau lebih membuka diri.

"Dulu saya tidak pernah bekerja, tapi sekarang harus bekerja. Tapi untungnya, sejak remaja, saya memang suka menghabiskan waktu dengan sekadar berkendara menyusuri jalan-jalan. Keluarga saya juga lebih percaya kepada saya untuk menyetir saat pergi-pergi," ungkapnya.

Berpetualang melewati jalan-jalan baru, pasti berguna dalam menambah pengetahuan dan pengalaman berkendara. Oleh karena itu, sekarang ini semakin banyak perempuan yang memutuskan untuk bergabung menjadi mitra pengemudi GrabCar karena hobi.

Kini Sawitri hanya berharap, dirinya bisa lebih kuat lagi, khususnya dalam urusan fisik. "Semoga lebih lancar lagi setidaknya sampai ketiga anak saya mentas (mandiri, red). Selanjutnya mungkin saya akan tetap bekerja tetapi karena memang hobi saya untuk kesenangan saya," pungkasnya.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191120152958-190-450016/usia-tak-jadi-penghalang-sawitri-nafkahi-anak-dengan-nge-grab
Share:

Oppo Klaim Ponsel Seri A Digunakan 160 Juta Pengguna

Oppo Klaim Ponsel Seri A Digunakan 160 Juta Pengguna Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
 Marketing Plan Manager Oppo Indonesia, Suwanto menyebut setidaknya ada 160 juta pengguna di seluruh dunia menggunakan ponsel Oppo A Series.

"Pertama kali A series diperkenalkan di Thailand pada 2009 dan hingga saat ini sudah lebih dari 160 juta di seluruh dunia. A series ini mengunggulkan performa dan desain ponsel tinggi," tuturnya saat mempresentasikan Oppo A9 2020 di Ballroom The Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (17/9).

Oleh sebab itu, Oppo kembali mengeluarkan seri A terbaru yakni Oppo A9 2020 untuk memenuhi kebutuhan penggunannya yang membutuhkan perangkat ponsel dengan kecepatan tinggi dan penyimpanan besar.

Seri 2020 ini disematkan ke ponsel Oppo A9 sebagai tanda eksistensi A Series selama 10 tahun dan menjadi visi perusahaan untuk mengembangkan teknologi dan inovasi terbaru dengan harga yang terjangkau pada 2020 mendatang.


"Jadi 2020 adalah angka 10 tahun A Series di dunia, kalau sejarah di Indonesia seri ini baru ada Juli 2016 dan pertama kali diluncurkan A37. 2020 ini hanya sekedar merayakan ulang tahun A Series dan ke depan Oppo bisa mengaplikasikan banyak teknologi tinggi dan inovasi terbaru," jelas Suwanto.

Ditanya apakah Oppo bakal mengeluarkan seri dengan 'embel-embel' 2020, Aryo menyebut pihaknya kemungkinan akan merilis ponsel baru dengan seri yang sama.

"Edisi 2020 kemungkinan bisa saja dilanjutkan," tuturnya singkat.
Selain A9, Oppo juga mengeluarkan ponsel seri A lain yakni Oppo A5 2020. Perangkat ini hanya berbeda pada sisi fotografi dan kapasitas memori dari A9.

Perangkat juga datang dengan 4 kamera yakni kamera utama 12 megapiksel dan kamera depan 8 megapiksel. Menyoal kapasitas memori, ponsel hadir dengan dua pilihan yakni RAM 4GB dan memori internal 128GB atau RAM 3GB dengan penyimpanan internal 64GB.

Ponsel A5 2020 dibanderol dengan harga Rp2,9 juta untuk memori 3GB dan Rp2,4 juta memori 4GB. (din/age)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190918183528-185-431685/oppo-klaim-ponsel-seri-a-digunakan-160-juta-pengguna
Share:

Kacamata Pintar Facebook Disebut Bisa 'Live Streaming'

Kacamata Pintar Facebook Disebut Bisa 'Live Streaming' Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Harvey Darian)
 Facebook dilaporkan telah lama mengembangkan kacamata pintar Augmented Reality (AR) dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan internet ternama asal Amerika Serikat itu memberi nama kode Orion.

Mengutip CNBC, Rabu (17/9), Facebook menginginkan perangkat kacamata yang dapat menerima panggilan tanpa harus terhubung ke smartphone, dan akan menampilkan informasi dalam bentuk virtual 3D mirip dengan Google Glass.

Perangkat tersebut dibuat untuk menggantikan fungsi ponsel sepenuhnya. Keunggulan lain dari kacamata pintar itu disebut memungkinkan pengguna untuk melakukan live streaming.



Dikabarkan bahwa Facebook menggandeng Lexottica, perusahaan yang membuat kacamata merek Ray-Ban. Namun sejauh ini Facebook dan Luxottica menolak berkomentar.

Terlepas dari itu, salah satu insinyur yang terlibat dengan proyek itu mengatakan bahwa CEO Mark Zuckerberg sangat antusias pada perangkat itu, dan

Tetapi satu orang yang akrab dengan proyek tersebut mengatakan bahwa CEO Mark Zuckerberg memiliki minat yang kuat pada kacamata, dan meminta Vice President dari AR dan VR Andrew Bosworth untuk membawa kacamata ke jalur produksi mulai 2023, atau paling lama 2025.

Facebook bukan satu-satunya perusahaan yang mengembangkan perangkat ini. Sebelum Snapchat telah mengenalkan kacamata pintar 'Snap Spectacles 3' yang menggunakan teknologi kamera 3D, dan startup Florida Magic Leap menjual kacamata Magic Leap One AR-nya, meskipun tidak satu pun dari perangkat ini sukses di global.

Apple juga dikabarkan sedang mengerjakan produk serupa agar bisa diluncurkan awal tahun depan. (mik)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190918115810-185-431514/kacamata-pintar-facebook-disebut-bisa-live-streaming
Share:

Recent Posts